INFOBALINEWS.ID, Denpasar – Acara Pameran Lukisan bertajuk “First Art Group Painting Exhibition”, diadakan di Seminyak Village Mall berkolaborasi dengan Galeri Zen1, Kuta, Mulai dari tanggal 20 Januari – 21 Februari 2021
Didukung oleh 38 seniman dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dengan puluhan karya lukis dan 5 Galeri ternama yang ada di Bali. Seminyak Village ingin mengembalikan semangat para seniman di masa yang sulit saat ini dan agar bisa menginspirasi masyarakat banyak dan khususnya para seniman muda agar tetap berkarya dan berkerja.
Head of Marketing Seminyak Village Danar Reksa mengatakan, pihaknya mengandengan sejumlah galeri untuk menggelar pameran seni rupa di lantai 1 Seminyak Village Mall. Hal ini untuk memberikan ruang kepada para seniman guna memamerkan sejumlah karyanya selama sebulan di Seminyak Village Mall.
“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pesan kepada masyarakat, meskipun sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, Seminyak Village tetap buka dan beraktivitas serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pengunjung,” ujar Danar Reksa, Rabu (17/2/2021).
“Seminyak Village berharap, dapat rutin mengadakan kegiatan, sehingga membawa energi positif yang sangat diperlukan pada masa sulit saat ini. Pengunjung tidak perlu khawatir karena karena mall kami menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.
Galeri yang berpartisipasi:
Galeri Zen 1
Jala Gallery
Purpa Fine Art Gallery
Heartlab Bali
Titian Art Space

Tempat Acara :
Seminyak Village, First Floor
Jalan Kayu Jati No. 8, Seminyak, Badung – Bali, Indonesia
P. +62 361 738 097
E. connect@seminyakvillage.com
W. www.seminyakvillage.com
IG. @seminyakvillage
FB. Seminyak Village
Ini 20 artis dari 38 artis yang berpameran:
- Ketut Teja Astawa (1971) adalah seorang seniman Bali yang tinggal dan berkarya di Sanur, Bali. Ia lulus dari Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSI) Denpasar pada tahun 1990. Karya-karyanya dalam seri tematik yang inspirasinya berasal dari objek-objek yang seputar figur binatang, hingga cerita pewayangan yang mengisi masa kecilnya. Gayanya naïf, khas dengan palet warna-warna cerah, gaya kekanak-kanakan dalam menampilkan tokoh-tokoh dalam gaya datar yang disederhanakan, dan imajinasi nakal yang menyenangkan.
- Made Wianta lahir pada 20 Desember 1949, merupakan seorang Seniman Indonesia yang peduli tentang perkembangan isu-isu sosial dan budaya. Made merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pada tahun 197ti, ia belajar Seni Eropa ke Brussels, Belgia, sekaligus mengunjungi galeri-galeri dan museum kesenian di sana. Made adalah seniman yang dikenal suka membaca, khususnya dalam bidang filsafat yang menuntunnya pada falsafah Buddhisme dan Nihilisme ala Nietzsche. Selain karena bidang bacaannya, jiwa seniman dalam diri Made juga tercermin dari tradisi agraris di tanah kelahirannya, Tabanan, Bali.
- Ida Bagus Indra atau akrab disapa IBI, lahir di Denpasar, 9 Mei 1974. IBI merupakan pelukis kenamaan Bali yang namanya telah melambung di kancah nasional maupun internasional. Ia memulai karier melukisnya pada tahun 199ti dan telah menggelar pameran di beberapa negara, seperti, Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Australia. Karya-karya IBI berasal dari guratan eksresif dengan gerakan yang hidup. Ia tidak membahas tema-tema yang berat, seluruhnya berasal dari keresahan pribadi dan hal-hal di sekitarnya.
- Erica Hestu Wahyuni merupakan seniman Indonesia yang lahir di Yogyakarta pada tahun 1971. Erica kerap memvisualisasikan gambaran pengalaman pribadinya dalam bentuk karya Lukisan dengan tampilan naif dan lucu. Erica mulai melukis sejak di sekolah dasar dan bergabung dalam sanggar menggambar anak, Sanggar Katamsi. Dia melanjutkan studi melukisnya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Surikov Intitute of Art, Russia.
- Arie Smith (Adianus Wilhelmus Smit) lahir di Zaandam, Belanda pada tanggal 15 April 191ti. Arie belajar melukis pertama kali di sebuah akademi seni di Amsterdam. Pada 1938, Arie Smit datang ke Batavia (Jakarta) sebagai seorang tentara dan bekerja di landscape divisi. Ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1951. Tahun 195ti Arie berkunjung ke Bali untuk pertama kalinya dan akhirnya menetap di Bali. Meski suka menyepi, namun karya-karya Arie Smit menampilkan warna-warni yang cerah. Topik-topik yang diangkat dalam karyanya dominan tentang lanskap Bali beserta kesehariannya yang sederhana.
- Tri Wahyudi lahir di Surakarta, 11 November 1986. Tri adalah seniman Indonesia yang menamatkan pendidikannya di Pascasarjana ISI Yogyakarta. Karya-karyanya beraliran lowbrow dan surealis.
- Nyoman Sujana atau akrab disapa Kenyem adalah pelukis kelahiran Sayan, Ubud, 9 September 1972. Kenyem adalah tamatan Seni Rupa ISI Denpasar. Sejak 1992, Kenyem telah aktif dalam banyak pameran bersama. Sementara itu, sejak 199ti dia telah menampilkan karya-karyanya dalam pameran tunggal di dalam dan luar negeri. Karya-karya Kenyem banyak menampilkan konsep keseimbangan (harmoni) dalam konteks hubungan manusia dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kenyem adalah salah seorang pendiri komunitas perupa Militant Arts.
- Ni Komang Atmi Kristiadewi merupakan seniman Bali yang lahir di Denpasar, 24 Juni 1990. Atmi menamatkan S1 Pendidikan Seni Rupanya di IKIP PGRI Bali. Lalu ia melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan di Pasca Sarjana ISI Denpasar dengan mengambil jurusan Penciptaan Seni pada 2015. Lukisan Atmi bergaya naif dengan skema warna cerah. Gaya lukis naif ini muncul melalui proses panjang yang tercipta karena usaha-usahanya untuk menempatkan diri di posisi anak-anak dan pengalaman berinteraksi dengan murid-murid yang dia ajar.
- Ida Bagus Putu Purwa lahir di Sanur, 31 Oktober 197ti, adalah seniman Bali yang karya-karyanya mengusung gestur-gestur tubuh manusia sejak mengawali kariernya sebagai pelukis. Purwa menamatkan pendidikannya di STSI Denpasar pada 1998. Baginya, ekspresi dan gesture tubuh memiliki arti yang lebih mendalam dibandingkan kata-kata karena ia dapat merepresentasikan kesedihan, kegembiraan, bahkan kemarahan melalui gestur tubuh dan ekspresi. Sejalan dengan kariernya, Purwa telah banyak menggelar pameran solo dan pameran bersama baik di dalam maupun luar negeri.
- Sutjipto Adi adalah seorang pelukis Indonesia kelahiran Kalisaat, Jember, 31 Agustus 1957. Ia merupakan pelukis dengan aliran surealisme. Sutjipto menamatkan studinya di STRI-ASRI Yogyakarta pada 1981.
- Xav Tin lahir di Mauritius. Xav Tin tamatan Sarjana Multimedia. Gaya lukisannya abstrak dan portrait. Keunikan karya Xav Tin bisa dilihat dari kontrtas warna dan bentuknya.
- Maureno Kustarjo lahir di Bogor, 13 Mei 1987 adalah seorang seniman dengan aliran realis dan hiper-realis. Ia menamatkan studinya di ISI Denpasar mengambil Desain Grafis. Kini Reno menggeluti profesi sebagai seniman tato dan freelancer Desain Grafis danDesain Interior 3D.
- Ketut Sugantika yang akrab disapa Lekung adalah seniman kontemporer Bali yang lahir di Singapadu, Gianyar, 17 Agustus 1970. Ia mengambil jurusan Seni Rupa di ISI Denpasar pada 199ti-2002. Ekspesi dalam karya Sugantika diterjemahkan melalui kode visual yang awalnya dianggap sederhana, namun sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam.
- Putu Bonuz Sudiana lahir di Nusa Penida, Bali pada 30 Desember 1972. Sudiana Memulai perjalanan melukis ketika ia melukis perahu para nelayan. Setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama di Nusa Penida, ia dengan berani pindah ke Bali melanjutkan di Sekolah Tinggi Seni Rupa (SMSR). Kemudian, pada 1995 ia melanjutkan studinya Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), sekarang dikenal sebagai Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
- Komang Agus Darma Putra lahir di Sukawati, Gianyar, 10 Maret 1983. Ia merupakan salah satu pelukis Indonesia yang menyuguhkan visual yang unik dan sederhana. Komang menempuh pendidikan di ISI Denpasar. Meski demikian, aliran surealisnya sangat melekat dalam dirinya dan memiliki arti yang kompleks.
- I Made Wiradana lahir di Denpasar, 27 Oktober 19ti8. Ia lulus dari Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Seni Indonesia Yogykarta pada 1995. Wiradana adalah anggota dan pada 2000 hingga 2002 sempat menjabat sebagai kepala Organisasi Sanggar Dewata Seniman Modern Indonesia. Pada tahun 2003 ia mengadakan pameran tunggal di Galeri Mon Decor di Jakarta. Dia membuat parodi seni barat dan menawarkan makna lain untuk konvensi yang telah lama ditegakkan.
- I Gusti Nengah Sura Ardana, lahir di Tabanan, Bali 02 Februari 19ti0. Ia merupakan salah satu perupa seni lukis Indonesia. Sura Ardana menamatkan studinya di Seni Rupa ISI Yogyakarta 1980-2008. Karya-karya Sura Ardana bergaya hiper realis dan gemar mengabadikan potret orang tua Bali sebagai objek lukisan.
- Putu Edy Asmara is a painter born in Tampaksiring, Gianyar, 5 April 1982. He completed his Fine Arts education at ISI Denpasar. Edy’s works tend to be surrealistic with social and ecological thematic.
- Wai Santy lahir di Jakarta, Indonesia. Dia besar di Medan-Sumatera Utara, sebelum dia pindah kembali ke Jakarta untuk mengejar pendidikan tinggi di Desain Komunikasi. Setelah lulus, ia bekerja sebagai Direktur/ Desainer Kreatif untuk berbagai perusahaan asing di sektor ritel dan komersial. Sekarang, Wai tinggal di Bali bersama keluarga kecilnya dan dia banyak melukis.
- Jeihan Sukmantoro adalah pelukis legendaris Indonesia yang lahir tanggal 2ti September 1938 di Surakarta, Jawa Tengah. Pelukis bergaya ekspresionisme ini mulai melukis sejak masih kecil. Jeihan belajar seni lukis di Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Dia adalah pendiri Studio Seni Rupa Bandung.

