Oleh: dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K)
Penyakit menular seksual adalah semua penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, dalam hal ini pastilah hubungan seksual yang ‘tidak sehat’.
Jenisnya ada beragam, mulai dari yang klasik seperti sifilis, gonore, sampai yang terkini seperti HIV-AIDS, yang mempunyai dampak begitu mengerikan bukan hanya terhadap kesehatan reproduksi, bahkan ancaman nyawa.
Sejak pertamakali ditemukan sebagai penyebab AIDS pada tahun 1983, HIV sudah membunuh lebih dari 25 juta jiwa, diperkirakan sekitar 33 juta manusia hidup dengan infeksi HIV, dan kasus infeksi baru diperkirakan bertambah sebesar 7400 orang tiap hari ! Fakta yang sangat mengerikan !
Salah satu cara penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus = virus yang melemahkan sistim kekebalan tubuh) adalah melalui hubungan seksual dengan pengidap virus tersebut. Sudah pula diungkap bahwa banyak PSK (Pekerja seks komersial) yang terbukti mengidap HIV dan menjadi ‘penular’ yang sangat efektif bagi pelanggannya.
Tidak tertutup kemungkinan para pelanggan tersebut adalah golongan remaja pria/pelajar yang juga akan menjadi ‘penular’ aktif terhadap pacar/lawan jenisnya karena hubungan seks pra-nikah yang disinyalir banyak terjadi dikalangan remaja.
Ujung-ujungnya para wanita/remaja putri yang menjadi ‘muara’ dampak hubungan seksual tidak sehat tersebut, yaitu menjadi pengidap penyakit menular seksual dengan berbagai akibat buruk terhadap organ reproduksinya.
Berbicara tentang HIV, sudah pasti nyawa taruhannya, tetapi jangan pula menganggap enteng infeksi lain seperti sifilis, gonore, klamidia dll karena wanita yang terkena infeksi tersebut akan berhadapan langsung dengan komplikasi terhadap organ reproduksi, baik jangka pendek maupun dampak jangka panjangnya. Salah satunya adalah infeksi saluran telur yang menjadi penyebab utama kemandulan pada wanita. Apabila terjadi pembuntuan/kerusakan pada saluran telur (tuba falopi), maka biasanya itu bersifat permanen dan pembedahan rekonstruksi tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Melihat dampak pergaulan remaja sekarang terhadap kesehatan organ reproduksi, maka POGI (Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia) Denpasar tidak henti-henti melakukan upaya edukasi terhadap para remaja melalui diskusi interaktif lewat berbagai media.
Saran:
Yang ideal adalah memberantas segala bentuk pelacuran yang sudah jelas-jelas membawa dampak buruk terhadap kesehatan reproduksi. Tetapi hal tersebut tampaknya susah dilakukan, entah karena ‘alasan’ bahwa pelacuran adalah profesi tertua didunia, atau karena belum ditangani secara efektif, atau mungkin karena banyak program lain yang lebih menjadi prioritas.
Untuk sementara ini yang bisa dilakukan adalah melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan para PSK yang bisa dilakukan secara rutin di lokalisasi, tetapi tidak efektif terhadap PSK ‘rumahan’.
Untuk para remaja pria, ingat bahwa suatu saat kalian akan mempunyai istri, calon ibu dari anak-anakmu, jangan memberi kado penyakit terhadap istri dan keluarga karena pada akhirnya akan berdampak pada kebahagiaan berumah tangga.
Untuk para remaja putri, jaga organ kesehatan organ reproduksi sebaik-baiknya karena dari rahim kalianlah akan lahir manusia-manusia baru yang seharusnya semakin berkualitas, demi kemajuan ras manusia di bumi ini. Hindari pergaulan/seks bebas, karena bila muncul komplikasi pasti selalu kerugian ada dipihak wanita.
Salam reproduksi sehat!

