INFOBALINEWS, Puncak Jaya – Satgas Yonif RK 753/AVT, berhasil menembak mati 3 orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Teranus Enumbi di Kampung Karubate, Distrik Muara, Puncak Jaya, Selasa (16/7) sekitar pukul 19.45 WIT. Tiga anggota OPM yang berhasil dilumpuhkan tersebut yakni Sonda Wanimbo, Yotenus Wonda dan Dominus Wonda.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan gerombolan OPM Teranus Enumbi bersama beberapa anggotanya terdeteksi oleh aparat memasuki pemukiman warga dengan membawa senjata api. Aparat merespons cepat dengan melakukan penindakan terhadap gerombolan OPM tersebut. Aparat juga berhasil mengamankan 1 pucuk pistol rakitan serta bendera bintang kejora.
“Saat akan ditangkap oleh aparat di kios/warung, gerombolan OPM ini melakukan perlawanan dengan menembak. Prajurit TNI membalas dengan menembak gerombolan tersebut yang menyebabkan 3 anggota OPM meninggal dunia,” kata Candra, Rabu (17/7).
Candra menambahkan bahwa kelompok Teranus Enumbi sering meneror warga di Puncak Jaya. Kelompok ini juga sering merusak fasilitas umum hingga menyerang aparat keamanan. Penindakan terhadap anggota OPM di Puncak Jaya merupakan bentuk penegakan hukum, guna meredusir aksi gangguan keamanan.
“OPM selalu membuat teror, baik menyerang dan menembak masyarakat sipil serta aparat keamanan TNI/Polri, merusak serta membakar fasilitas umum dan milik warga maupun sarana prasarana lainnya. Oleh karena itu, tindakan ini merupakan bentuk penegakan hukum,” ungkapnya.
Sebagai informasi, gerombolan OPM Teranus Enumbi dikenal sangat kejam dan sadis menyerang, menembak dan membunuh masyarakat sipil dan aparat keamanan. Teranus Enumbi sendiri masuk dalam DPO Kepolisian terkait tindak pidana penyerangan aparat keamanan pada tahun 2018.
Tahun 2024, kelompok ini sudah melakukan beberapa tindak kriminal di antaranya menyerang dua orang aparat keamanan bernama Sertu Ismunandar dan Serka Salim dengan senjata tajam pada 19 Maret 2024. Menembak Husen (tukang ojek) pada 19 Juni, menyerang Jainul (tukang ojek) pada 30 Mei dan terakhir menyerang Prasetyo (warga sipil) pada 31 Mei 2024. [*]
[21.29, 17/7/2024] Darmana 1: Cegah Provokasi, TNI Pastikan Tiga Orang Yang Tewas Merupakan Anggota OPM
Puncak Jaya – Situasi keamanan di Papua kembali menjadi sorotan menyusul insiden terbaru yang melibatkan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tiga anggota kelompok tersebut dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan Satuan Tugas (Satgas) Yonif di wilayah Puncak Jaya pada 16 Juli 2024. Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan yang dilakukan oleh OPM, mengganggu stabilitas dan keamanan di wilayah Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, menyebutkan bahwa ketiga korban tewas adalah anggota OPM yang dipimpin oleh Teranus Enumbi.
“Ketiga warga yang tewas tertembak di Puncak Jaya adalah anggota OPM. Mereka terlibat aktif dalam berbagai aksi kekerasan yang meresahkan masyaraka di wilayah Puncak Jaya,” ujar Letkol Chandra.
Dalam pernyataan resminya, Letkol Chandra menjelaskan bahwa Satgas Yonif berhasil mendeteksi dan melumpuhkan kelompok ini saat mereka sedang merencanakan serangan terhadap pos keamanan di daerah tersebut. “Operasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Papua. Kami tidak akan memberikan ruang bagi kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu ketertiban,” tegasnya.
OPM yang juga dikenal sebagai Kelompok Separatis Teroris Papua, telah lama menjadi ancaman bagi keamanan dan ketertiban di Papua. Kelompok ini kerap melakukan serangkaian serangan terhadap pos-pos keamanan, infrastruktur penting, serta warga sipil yang tidak bersalah. Aksi-aksi mereka tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga korban jiwa.
Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas KSTP semakin intensif, diduga sebagai upaya mereka untuk menarik perhatian internasional dan memperkuat posisi dalam upaya separatisme. Pemerintah melalui aparat gabungan terus mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh kelompok separatis tersebut.
Letkol Chandra memastikan pihaknya akan memperketat penjagaan di sekitaran lokasi untuk mengantisipasi adanya serangan balik dari kelompok OPM.
“Aparat TNI-Polri akan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah dengan terus melindungi dan melayani masyarakat. Sekaligus penegakan hukum tetap ditegakkan, khususnya dari gangguan OPM,” kata Letkol Chandra.
Untuk diketahui, kelompok Teranus Enumbi salah satu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian terkait tindak pidana penyerangan aparat keamanan pada 2018. Kelompok pimpinan Teranus Enumbi sudah melakukan beberapa tindak kriminal terhadap masyarakat sipil hingga aparat keamanan.
“Untuk itu Aparat TNI Polri akan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah dengan terus melindungi dan melayani masyarakat. Sekaligus penegakan hukum tetap ditegakkan, khususnya dari gangguan OPM,” ujar Letkol Chandra.
Masyarakat Papua diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Aksi cepat dan tegas aparat keamanan dalam menangani ancaman dari OPM diharapkan dapat memberikan rasa aman dan damai bagi seluruh warga Papua.
–

