Kartunis Jango (tengah) di depan karya yang di pamerkan di Ramada by Wyndham Bali Sunset Road.
INFOBALINEWS, DENPASAR – Bagi Jango Pramartha kartun adalah bagian utama hidupnya, sebagai seorang yang belajar seni di kampus Seni PSSRD Unud, dia tak berhenti pada seni murni. Baginya memasuki dunia kartun adalah tantangan tersendiri, karena bukan hanya kemampuan menggambar diperlukan. “Tapi juga harus memiliki wawasan atas kehidupan sosial, politik hingga ekonomi. Juga ketrampilan menganalisa dan humor saat kemudian menentukan seperti apa karya kartun yang akan ditampilkan,” ujar Jango dalam jumpa pers dalam rangka pamerannya di Ramada by Wyndham Bali Sunset Road yang berlangsung 31 Oktober 2025 sampai akhir Desember 2025.
Jango mengakui, kesempatan menjadi kartunis yang getol menggambarkan perubahan Bali hingga menemukan kata gloBALIsasi yang menyimpulkan seperti apa Bali itu, yang memiliki pergaulan multi dimensi, multi ras hingga multi negara, telah membawa dirinya menjadi pembicara Bali secara nasional dan internasional, “Bukan tulisan-tulisan yang membuat saya dikenal, tapi saya mengenalkan Bali lewat kartun yang penuh dengan penilai kata-kata.” Jango juga merasa beruntung, karena punya kesempatan menjadi jurnalis di Bali Post, di Nusa Bali dan beberapa media lainnya, hingga membuat majalah khusus kartun BOGBOG, dimana dia punya kesempatan untuk menjelaskan Bali dengan kartun apa yang sedang terjadi, dari waktu ke waktu.
Dijelaskan dalam release resmi pameran bertajuk “View From Here”, pameran ini menampilkan sekitar 20 karya Jango yang sarat refleksi kritis, namun penuh humor mengenai perkembangan budaya dan kehidupan sosial Bali di tengah arus globalisasi.
”Karya saya adalah cara untuk merekam kenyataan yang mungkin terlalu sering kita lewatkan. Kartun dapat menjadi cermin—kadang lucu, kadang pedih—namun tetap relevan untuk membuka percakapan yang diperlukan,” ujar Jango Pramartha.
Ia sangat optimis, pameran di hotel ini mendapat apresiasi dari kalangan wisatawan. Sebab, tamu yang datang ke Bali tak hanya menikmati pariwisata semata, tapi ada yang ingin menikmati seni budaya.

Jango telah berkarya lebih dari empat dekade. Ia telah berkontribusi dalam dunia kartun Indonesia melalui karya-karya yang terbit di media lokal, nasional dan internasional. Karyanya tampil dalam berbagai pameran global, menempatkannya sebagai representasi kartunis lokal yang mendunia. Melalui sudut pandang yang kritis, Jango menggunakan kartun sebagai medium refleksi publik terhadap isu lingkungan, budaya, dan perubahan sosial.
Jango Pramartha dikenal sebagai salah satu kartunis paling berpengaruh di Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 40 tahun berkarya. Ia menjadi representasi kuat kartun Bali modern yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga telah melangkah ke panggung internasional melalui pameran dan publikasi global. Dengan gaya satire yang menggali ironi kehidupan, karya Jango telah menjadi rujukan dalam menarasikan isu budaya dan dinamika sosial Bali di tengah perubahan dunia.

Sementar itu General Manager Ramada by Wyndham Bali Sunset Road, Adrianto Prakoso didampingi Sonya Atika, HR & Marketing Communication Manager, pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap pameran kartun Jango Pramartha. Sebagai bagian dari komitmen hotel dalam mendukung perkembangan seni dan budaya lokal, Ramada by Wyndham Bali Sunset Road menyediakan ruang bagi seniman untuk berkarya dan membangun koneksi dengan masyarakat luas.

“Kami percaya bahwa hotel tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang pertemuan kreatif. Melalui pameran ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kehidupan seni dan memperkuat identitas budaya Bali,” kata Adrianto. ”Dengan menghadirkan karya-karya yang berbicara tentang realitas Bali masa kini, kami berharap pameran ini dapat menjadi medium dialog antara masyarakat, pelaku pariwisata, dan para kreator, ” ujarnya.


