INFOBALINEWS, DENPASAR, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menyelenggarakan program Kuliah Sambil Magang Kerja di Luar Negeri. Hal ini disampaikan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, Rabu (7/1/2026) di kampus ITB Denpasar.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mahasiswa Bali di kancah internasional, dalam program ini, tidak hanya memberi kesempatan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga menyiapkan akses pengalaman kerja global sejak masih berstatus mahasiswa, jelas Rektor Dadang.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Dadang dan jajaran petinggi ITB Stikom Bali melepas tiga mahasiswa peserta program kuliah magang ke Jepang. Pelepasan ditandai dengan penyerahan tiket penerbangan kepada para peserta yang akan menempuh studi sekaligus magang kerja di Negeri Sakura, Jepang.
Acara ini turut dihadiri Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., jajaran Wakil Rektor, pejabat struktural serta staf ITB STIKOM Bali. Ketiga mahasiswa yang dilepas, yakni Ni Kadek Anita Setyari, Tarololus Danrianus Tupon Lanan dan Ni Made Ratih Purwasih, juga didampingi orangtua beserta keluarganya.
Masih Rendah Angka Partisipasi Kasar (APK) PT di Indonesia
Lebih lanjut Rektor Dadang mejelaskan bahwa program magang sambil kuliah yang digagas kampusnya, berdasarkan dari masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia yang baru mencapai sekitar 36 persen. Katanya faktor utama yang membuat lulusan SLTA tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah persoalan finansial. Sangat dilematis menurut Rektor Dadang, jadi seperti telur dan ayam, mana duluan.
Karena itu, ITB STIKOM Bali lebih memilih membuat berbagai skema solusi, dimulai dari KIP Kuliah, program Satu Keluarga Satu Sarjana dari Pemprov Bali hingga beasiswa yayasan dengan bantuan biaya pendidikan hingga 100 persen. Namun, menurutnya, kuliah sambil magang ke luar negeri menjadi solusi paling komprehensif. “Ini yang paling ideal dan ITB STIKOM Bali sudah merintis dari awal dan kini sudah ratusan mahasiswa diberangkatkan ke LN,” tegasnya.
Meskipun program-program studi (prodi) di ITB STIKOM Bali yang paling diminati masyarakat adalah Bisnis Digital yang mengalahkan Sistem Komputer, Teknologi Informasi dan sebagainya. Rektor Dadang berharap magang sambil kuliah bisa lebih diminati, sekarang, ujarnya, memang zamannya IT. Cuma memang paradigma ke luar negeri ini masih ada kendala di orangtua yang tidak mengizinkan sang anak ke LN, tidak mau jauh dari anak. “Karena itu, saya bilang ke anak-anak itu jangan minta izin, tetapi minta doa dan restu kepada orangtua,” katanya.
Saat ini, komunikasi sangat gampang, dunia ini sudah sangat terbuka lebar dan sudah ada barier lagi. Makanya ayo kita sama-sama dengan bapak ibu mensosialisasikan hal ini kepada masyaraklat. Dulu ada tagar kabur dulu, sekarang pemerintah pun sama mendorong. Dengan dana Rp 10 triliun, berapa anak SMK yang bisa diberangkatkan ke luar negeri. “Khusus untuk ITB STIKOM Bali, walau tidak memperoleh bantuan apa-apa, sudah ratusan orang yang dikirim ke LN,” ujar Dadang Hermawan.
www.infobalinews.id

