INFOBALINEWS,NBALI – Dewan Pengurus Daerah Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (Majubuthi) Provinsi Bali masa bakti 2026–2031 resmi dilantik. Momentum ini menandai komitmen baru organisasi untuk menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada praktik nyata Dhamma di tengah masyarakat Pulau Dewata.
Komitmen Pelayanan dan Peran Nyata bagi Bali, Ketua Terpilih Majubuthi Bali, Dr. Pierre Senjaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan adalah sebuah amanah yang membawa tanggung jawab moral dan spiritual yang besar. Ia menekankan visi Majubuthi untuk tidak hanya bergerak di internal, tetapi juga mengambil peran strategis di masyarakat luas.
“Kami berkomitmen menjadikan Majubuthi Bali sebagai wadah pelayanan yang kolaboratif dan terbuka. Fokus kami adalah penguatan pembinaan umat dan berperan nyata bagi masyarakat Bali melalui semangat kebersamaan (sangha-bhāva),” ujar Dr. Pierre.
Menutup sambutannya, Dr. Pierre mengajak seluruh jajaran pengurus untuk meluruskan niat dan menjadikan organisasi ini sebagai ladang kebajikan. “Mari kita melayani tanpa kepentingan pribadi, semata-mata demi kemajuan umat dan keharmonisan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Pembimas Buddha Provinsi Bali, Bapak Sihar, S.Ag., M.Si, memberikan pesan atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Beliau menyoroti pentingnya modernisasi dalam pengelolaan organisasi keagamaan agar lebih efektif dalam melayani umat.
“Majubuthi Provinsi Bali diharapkan mampu melakukan pemetaan potensi umat secara maksimal melalui manajemen organisasi yang profesional, bukan sekadar penokohan,” tegas Bapak Sihar.
Beliau juga mengingatkan landasan moral bagi para pengurus. “Berlandaskan semangat Mangala Sutta dan Dhammapada 183, seluruh jajaran pengurus dipesan untuk menjaga integritas, mengutamakan tata susila, serta memegang teguh prinsip dasar ajaran Buddha dalam setiap langkahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekjen DPP MAJUBUTHI, Romo Asun Gotama, M.H., menekankan Semangat Mengabdi Tanpa Bersaing, posisi strategis Majubuthi sebagai mitra pemerintah dan majelis lain. Ia menegaskan bahwa organisasi ini hadir dengan semangat dinamis untuk mengisi ruang-ruang pengabdian yang dibutuhkan.
“Kehadiran Majubuthi di Bali membawa motto ‘Terus Mengabdi dan Melayani’ bukan untuk bersaing dengan majelis lain, melainkan untuk memperkuat kontribusi nyata bagi negara dan umat Buddha,” jelas Romo Asun.
Ia juga menyampaikan harapan khusus kepada pemerintah. “Sebagai majelis yang baru terbentuk, kami memohon bimbingan dari Pembimas Buddha Provinsi Bali agar Majubuthi dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan strategis guna memaksimalkan pelayanan pembabaran Dhamma,” pungkasnya. Dalam acara pelantikan tersebut juga di hadiri oleh beberapa Majelis Buddha yang ada di Bali dan Pengurus dari WALUBI Provinsi Bali.Tentang Majubuthi Bali: Majelis Umat Buddha Theravada Indonesia (Majubuthi) Provinsi Bali adalah organisasi keagamaan yang berdedikasi pada pembinaan umat Buddha berlandaskan ajaran Theravada. Majubuthi berkomitmen menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan lembaga keagamaan lain demi terciptanya kehidupan beragama yang harmonis, profesional, dan berkebajikan.

