Oleh : dr. I Putu Raditya Dananjaya Sukarata, S.Ked
Usus buntu atau apendisitis dalam istilah medis merupakan salah satu penyebab paling umum dari sakit perut dan kondisi yang paling sering memerlukan tindakan pembedahan perut darurat pada anak-anak. Usus buntudisebabkan oleh terjadinya prosesperadangan akut pada mukosa usus.Proses peradangan bisa terjadi oleh karena berbagai hal, namun kasus usus buntu pada anak biasanya disebabkan oleh dehidrasi, infeksi virus ataupun bakteri di saluran cerna. Apendiks atau yang sering disebut usus bantu atau umbai cacing dalam istilah umum, bisa saja mengalami proses infeksi, peradangan, atau proses kronis lainnya yang memerlukan tindakan pembedahan(apendektomi).
Apendiks atau umbai cacingadalah suatu bagian dari usus besar, berbentuk seperti tabung dan terletak di perut bagian kanan bawah. Panjang rata-rata apendiks berkisar antara 5-10 cm.Dindingnya sempit di bagian pangkal dan membesar ke arah ujungnya. Perlu diperhatikan bahwa posisi alamiah apendiks yang berbeda pada tiap anak dapat menentukan gejala dan lokasi nyeri yang timbul saat terjadinya peradangan apendiks sehingga memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam oleh dokter.
Riwayat nyeri perut berulangyang menjalar ke bagian kanan bawah merupakan tanda penting yang harus ditanyakan kepada anak. Biasanya nyeri perut dimulai di area bagian pusar kemudian dalam dua sampai tiga hari dapat menjalar ke kanan bawah. Hal ini menjadi gejala khas dari terjadinya apendisitis. Gejala lain yang dapat timbul pada anak-anak dengan kecurigaan apendisitis antara lain mulas, perut terasa kembung, demam, mual, muntah dan penurunan nafsu makan yang menyebabkan anak terlihat lemah dan lemas. Diagnosis apendisitis menjadi sulit pada anak-anak karena gejala klasik seringkali tidak ada dan ketidakmampuan anak untuk menunjuk dan menjelaskan sensani nyeri perut yang dirasakannya.
Penegakan diagnosis apendisitis yang terlambatdapat menyebabkanpecahnya apendikssehingga memperparah proses infeksi dan timbulnya komplikasi pada anak. Diagnosis apendisitis atau usus buntu dapat ditegakan dari wawancara dengan anak ditemani orangtua dengan tujuan menanyakan riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dan pemeriksaan tambahan berupa laboratorium ataupun radiologi.
Pemeriksaan radiologi utamanyadapat meningkatkan proses diagnosis yang tepat dan lebih baik bagi anak sehingga memudahkan rencana terapi bagi dokter dan pasien. Modalitas utama yang biasanya digunakan untuk penegakan diagnosis apendisitis adalah ultrasonografi. Selain karena lebih sensitif dan lebih spesifik, ultasonografi memberikan keuntungan pada anak antara lain karena memiliki efek radiasi yang tidak besar, tidak ada alat yang masuk ke dalam tubuh anak, dan rasa nyeri yang minimal.
Perawatan definitif untuk usus buntuhingga saat ini adalah pembedahan (apendektomi). Namun sebelum dilakukannya tindakan pembedahan ada beberapa hal yang dapat menjadi persiapanpembedahan bagi anak di rumah sakit. Pemberian cairan yang adekuat perlu diberikan pada anak karena pada tahap awal apendisitis atau usus buntu, anak-anak biasanya kekurangan cairan dan menunjukan tanda-tanda dehidrasi.Terapi antibiotik setelah penegakan diagnosis sebagai salah satu cara pengobatan merupakan langkah penting dan berfungsi untuk memperlambat proses infeksi serta mencegah terjadinyakomplikasi. Apabila kedua terapi tersebut sudah diberikan, operasi dapat dipertimbangkan.
Tujuan dilakukannya tindakan pembedahan pada anak dengan usus buntu adalah untuk mencegah pecahnya apendiks atau umbai cacing yang dapat menyebabkan komplikasi lebih serius pada anak.Masa penyembuhan biasanya berlangsung sekitar satu minggu setelah operasi pada kebanyakan pasien.Umumnya anak akan dianjurkan makan makanan lunak selama dua hingga tiga hari paska operasi, kemudian bisa makan secara normal sesuai pertimbangan dokter.
INFOBALINEWS.ID

