Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin,
INFOBALINEWS, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu sarana untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa. Melalui pengembangan klinik pratama dan apotek desa, koperasi diharapkan dapat mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan serta ketersediaan obat kepada warga, sekaligus melengkapi fasilitas kesehatan yang telah ada.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pengembangan layanan kesehatan melalui koperasi perlu diintegrasikan dengan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Langkah ini penting agar fasilitas baru tidak berjalan sendiri, melainkan memperkuat jaringan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
“Kesuksesan dari Koperasi Merah Putih untuk memberikan layanan kesehatan ini adalah bagaimana kita bisa mengintegrasikan layanan yang dimiliki oleh Kementerian Desa (Poskesdes) dan layanan yang dimiliki oleh Pustu,” ujar Budi.
Budi juga menjelaskan, Poskesdes telah tersedia di sekitar 85 ribu desa, sementara Pustu berada di sekitar 60 ribu desa. Karena itu, koordinasi antarfasilitas diperlukan agar layanan klinik koperasi bersifat saling melengkapi, termasuk dalam rujukan dan penyediaan produk kesehatan. Pemerintah juga membuka peluang bagi apotek dan klinik di wilayah perkotaan untuk memperluas distribusi layanan maupun produk hingga ke desa.
Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Pada 30 Oktober 2026, ia menyatakan bahwa klinik yang dikembangkan Koperasi Merah Putih dapat melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sepanjang memenuhi persyaratan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
“Kalau Koperasi Desa Merah Putih menyediakan klinik sesuai syarat-syarat FKTP, bisa dong melayani. Jadi syarat-syarat itu harus dipenuhi,” kata Prihati.
Persyaratan tersebut mencakup perizinan operasional, izin praktik tenaga medis, kelengkapan fasilitas, serta standar mutu pelayanan.
Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono sebelumnya menyampaikan bahwa koperasi desa dirancang memiliki gerai obat dan klinik kesehatan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh obat dan layanan kesehatan lebih dekat dari tempat tinggalnya.
Pemerintah terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar pengembangan layanan kesehatan koperasi berjalan sesuai regulasi, memiliki tenaga kesehatan yang kompeten, serta memenuhi standar keselamatan pasien..

